Perjalanan Menjadi Global Food Company

Cikal Bakal KML Food adalah PT Kelola Mina Laut (KML) yang didirikan pada tanggal 18 Agustus 1994 oleh Bapak Mohammad Nadjikh. Berawal dari unit pengolahan ikan teri nasi (chirimen) dengan pasar ekspor ke Jepang yang sangat sederhana di desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Seiring perkembangan waktu unit pengolahan teri nasi KML Food mencapai 20 unit pengolahan milik sendiri dan 15 unit pengolahan milik mitra binaan yang tersebar di sepanjang pantai utara Jawa dan Madura (dari Situbondo – Jawa Timur hingga Cilegon – Banten). Tidak hanya terfokus pada chirimen, tahun 1999 KML Food mendirikan unit pengolahan ikan (fish) dan chepalopoda yang berpusat di Gresik, Jawa Timur. Produk unggulannya adalah kakap merah (scarlet snapper), ikan karang (coral fish), gurita (octopus), tengiri, tuna, ikan air tawar (bandeng, nila) dan aneka ikan lainnya.

Unit pengolahan ini terus dikembangkan dan terdapat di Makasar, Kendari, Sidoarjo, Rembang, Lamongan, Luwuk, dan Ambon. KML Food juga melakukan partnership dengan mitra binaan lokal di daerah-daerah yang memiliki potensi hasil perikanan seperti Ambon, Tual, Gorontalo, Bitung, Lombok, Flores, Kupang, Dobo, Sorong, Papua dan daerah-daerah berpotensi lainnya. Unit usaha ini memberdayakan lebih dari 100.000 nelayan kecil hingga nelayan besar di seluruh Indonesia. Selain ikan, komoditas udang menjadi sasaran pengembangan berikutnya. Di tahun 2001, didirikan unit pengolahan udang (Shrimp) di Gresik, dan Makassar .

Unit ini telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 20.000 petani tambak udang di seluruh Indonesia. Dua tahun berselang, tahun 2003 unit pengolahan rajungan (Crab) didirikan di Gresik, Unit ini berfokus pada pemberdayaan nelayan tradisional dari Pantai Sumatera, Pantai Utara Jawa – Madura, Pantai Selatan Kalimantan hingga Pantai Timur Sulawesi. Untuk mendukung pasokan bahan baku daging rajungan, didirikan unit-unit pengupasan rajungan (pickings station/miniplant) sebanyak 46 unit di seluruh Indonesia dan tahun 2009 didirikan unit pengolahan rajungan di Serang, Banten yang menampung produksi rajungan dari daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatra. Tahun 2005 KML Food mengembangkan unit pengolahan olahan seafood (value added) di Gresik dengan aneka jenis produk seperti butterfly shrimp, coconut shrimp skiewer, torpedo shrimp, crispy deli, bon-bon deli, shrimp pastry, spring roll, dan seafood/cocktail samosa untuk pasar ekspor dan produk dimsum, nugget, siomay untuk pasar domestik .

Tahun 2006, dikembangkan pula pengolahan bakso seafood di Semarang dan unit pengolahan surimi (sari pati ikan) di Kab. Lamongan (2009), Rembang, Jawa Tengah (2012) dan di Tuban (2015). Selain itu ditahun 2013, KML Food telah mengembangkan produk snack seafood dan KML Food juga mengembangkan industry vegetable terpadu (edamame, okra, dan aneka sayuran) beserta pengolahannya, di Jember, Semarang dan Cirebon pada tahun 2014. Di awal tahun 2015, KML Food telah mengembangkan pengolahan produk fish cake (kamaboko) dan takoyaki (gurita lapis tepung) lengkap dengan pengolahannya di Gresik. Dan hingga saat ini, KML Food dari kelas “teri” menjelma menjadi perusahaan kelas kakap yang meng ”gurita” dengan unit-unit pengolahan yang tersebar diseluruh Indonesia. Dan pada tahun 2019 ini KML Food akan merayakan Ulang Tahun yang ke 25 (ulang tahun perak) dimana KML Food bisa dikatakan telah menjadi perusahaan dewasa yang telah menikmati asam garam dalam dunia Food Industry, dan menginjak diangka yang tidak muda lagi ini semoga KML Food Selalu Jaya dan dapat terus berkembang menjadi lebih besar lagi.